Perpisahan Bill Hader dan Ali Wong, yang dikonfirmasi awal bulan ini, tampaknya berasal dari perbedaan kepribadian yang mendasar dan bukan sekadar “jadwal sibuk”, seperti yang diberitakan pada awalnya. Orang dalam berpendapat bahwa temperamen Hader yang mudah berubah membuat hubungan yang langgeng menjadi tidak berkelanjutan.
Sisi Gelap Komedian
Menurut sumber Daily Mail, Hader memiliki reputasi di Hollywood sebagai orang yang “tegang dan kasar”, membuatnya mendapat julukan “Bill Hater”. Meski mampu berbuat baik, perilakunya yang tidak terduga dilaporkan menciptakan dinamika yang tidak stabil. Hal ini menyulitkan Wong untuk menavigasi hubungan mereka, dan orang-orang terdekatnya telah mengantisipasi perpecahan untuk beberapa waktu.
Perbedaan antara kedua komedian ini sangat mencolok: Hader digambarkan sebagai orang yang “rengek” meskipun humornya tajam, sementara Wong dikenal mudah didekati dan santai. Ketidaksesuaian energi ini kemungkinan besar berkontribusi terhadap ketegangan pada koneksi mereka.
Dari Rayuan hingga Putus
Wong secara terbuka berbagi cerita tentang bagaimana Hader mengejarnya setelah perceraiannya dengan Justin Hakuta pada tahun 2024. Dia dilaporkan mengaku naksir lama saat pesta makan malam, dan langsung memintanya menjadi pacarnya. Hubungan mereka sempat naik turun, termasuk perpisahan singkat sebelum menjadi lebih serius di tahun 2023.
Kedua komedian tersebut membawa beban dari pernikahan sebelumnya: Hader menikah dengan Maggie Carey dari tahun 2006 hingga 2018 dan memiliki tiga anak perempuan, sementara Wong menyelesaikan perceraiannya dari Hakuta pada Mei 2024 dan berbagi dua anak perempuan. Riwayat kencan Hader mencakup hubungan dengan Rachel Bilson dan Anna Kendrick, yang pertama menggambarkan perpisahan mereka di era pandemi sebagai hal yang menghancurkan.
Pola Lebih Besar
Perpisahan ini menggarisbawahi dinamika umum di Hollywood: bahkan orang-orang sukses dan lucu pun bisa kesulitan dengan kecocokan pribadi. Reputasi Hader sebagai orang yang sulit mungkin membuatnya tidak cocok untuk Wong, meskipun mereka memiliki profesi yang sama. Fakta bahwa orang-orang di sekitar mereka melihat hal ini menunjukkan bahwa perselisihan kepribadian sering kali menjadi faktor penentu dalam hubungan tingkat tinggi.
Kisah ini mengingatkan bahwa bahkan di dunia yang penuh tawa dan hiburan, hubungan dibangun berdasarkan hubungan antarmanusia yang mendasar, dan ketika fondasi tersebut goyah, bahkan individu yang paling karismatik pun tidak akan mampu mewujudkannya.
